Senin, 02 Februari 2015

SMP PGRI Wonosobo Berharap Siswanya Melanjutkan Semua



Wonosobo, 13 Januari 2015

Kegiatan Sobolah di SMP PGRI Wonosobo dimulai pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Sobolah dilaksanakan di aula SMP PGRI Wonosobo, dengan jumlah siswa kelas IX sebanyak 32 siswa dari 2 kelas yaitu IX A dan IX B. Menurut pernyataan kepala sekolah SMP PGRI Wonosobo, Bapak Mukhlas, siswa SMP PGRI belum banyak yang menyadari akan pentingnya sekolah hingga SLTA.

Pada tahun 2014, siswa yang melanjutkan ke tingkat SLTA baru 50% dari total jumlah siswa, namun sudah bisa lulus 100%. Beliau berharap dengan adanya kegiatan Sobolah, maka minat siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA akan lebih tinggi, karena Sobolah mendatangkan pemateri yang sudah dapat meraih jenjang pendidikan yang tinggi, sehingga para siswa dapat termotivasi dan mendapat gambaran pentingnya sekolah ke tingkat SLTA.

Materi yang kami sampaikan sudah sesuai dengan TOR yang telah dibuat oleh panitia, yaitu meliputi kisah hidup pemateri, fakta mengenai Angka Partisipasi Sekolah usia 16-18 tahun di Kabupaten Wonosobo, kiat-kiat sukses belajar, latar belakang rendahnya APS usia 16-18 tahun, arti penting sekolah, serta kampagye anti rokok, miras, narkoba, dan seks bebas. Pemateri memberikan tambahan materi mengenai beasiswa Bidik Misi kepada siswa, dengan tujuan mereka mengetahui informasi mengenai Bidik Misi lebih awal, sehingga ketika mereka sudah berada di bangku SLTA akan lebih bisa mempersiapkan diri dengan nilai-nilai yang bagus agar mendapatkan beasiswa Bidik Misi.

Menurut pernyataan sebagian besar siswa, kendala mereka untuk melanjutkan ke jenjang SLTA adalah karena faktor ekonomi dan kemampuan akademis yang tidak mumpuni menurut mereka. Menurut para guru, sebagian besar siswa SMP PGRI masih memiliki semangat belajar yang rendah, dan beberapa siswa merupakan siswa pindahan dari SMP lain yang dikeluarkan karena suatu pelanggaran. Para guru sepakat bahwa untuk mendidik siswa-siswa seperti mereka membutuhkan kesabaran dan keuletan yang tinggi. Untuk menangapi kendala yang diungkapkan oleh para siswa, maka pemateri mengemkakan mengenai Dana BOS dan beasiswa siswa miskin (BSM) dan menunjukkan jumlah SLTA negeri maupun swasta di Kabupaten Wonosobo.


Dengan demikian diharapkan siswa menjadi tidak ragu untuk melanjutkan sekolah ke SLTA, karena permasalahan ekonomi sudah dapat teratasi dengan dana BOS dan BSM serta tidak perlu khawatir untuk kemampuan akademik yang kurang, karena sebanyak 37 SLTA di Kabupaten Wonosobo siap menampung mereka. Dalam kegiatan Sobolah di SMP PGRI Wonosobo, siswa yang aktif dalam forum sebanyak kurang lebih 20%.  Demikian laporan kegiatan Sobolah SMP PGRI Wonosobo, semoga apa yang kami sampaikan dapat membantu Wonosobo mencetak generasi muda yang berkualitas.

*) Laras Ragil Kuncoro Putri (UI) dan Inung Djuwari (Alumni Undip) 

1 komentar: